Trik Jitu Memotivasi Belajar si Kecil

detail berita

      BAGI sebagian anak, kata “belajar” menjadi salah satu aktivitas yang enggan dilakukan. Kerapkali belajar diidentikan dengan aturan, sulit, rumit dan melelahkan. Padahal sebenarnya, belajar tidak (selalu) sama dengan kegiatan duduk, diam, melipat tangan di atas meja dan memasang wajah serius.

Nah, bila si kecil masih duduk di bangku kelas SD awal, ada baiknya Moms mengerti metode belajar seperti apa yang tepat. Penasaran? Simak penjelasan dari Efnie Indrianie, M.Psi, berikut ini. Baca tulisan ini lebih lanjut

Mengajar dengan Gaya Belajar Siswa yang Berbeda

      Setelah mengetahui gaya belajar siswa dan kecenderungan kecerdasan yang paling menonjol dimilikinya melalui artikel Mengetahui Gaya Belajar Anak, saatnya sebagai guru kita menyesuaikan dengan gaya belajar mereka. Bagaimana kita menyesuaikan diri dengan gaya belajar mereka masing-masing? Baca tulisan ini lebih lanjut

Cara Mengetahui Gaya Belajar Anak di Kelas

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui gaya belajar ini.

Cara Pertama,

      adalah dengan menggunakan observasi secara mendetail terhadap setiap siswa melalui penggunaan berbagai metode belajar mengajar di kelas. Gunakan metode ceramah secara umum, catatlah siswa-siswa yang mendengarkan dengan tekun hingga akhir. Perhatikan siswa-siswa yang “kuat” bertahan berapa lama dalam mendengar. Klasifikasikan mereka sementara dalam golongan orang-orang yang bukan tipe pembelajar yang cenderung mendengarkan. Dari sini kita bisa mengklasifikasikan secara sederhana tipe-tipe siswa dengan model-model pembelajar auditori yang lebih menonjol.

Metode lain bisa digunakan, misalnya dengan memutar film, menunjukkan gambar atau poster, dan juga menunjukkan peta ataupun diagram. Dengan proses belajar mengajar seperti ini, kita bisa melihat para siswa yang mempunyai kecenderungan belajar secara visual dan juga mempunyai kecerdasan visual-spasial akan lebih tertarik dan antusias.

Setelah itu, cobalah dengan metode pembelajaran menggunakan praktek atau simulasi. Para pembelajar kinestetik tentu saja akan sangat antusias dengan model belajar mengajar semacam ini. Begitu seterusnya kita melihat bagaimana reaksi siswa terhadap setiap model pembelajaran sehingga lambat laun kita akan lebih mudah memahami dan mengetahui kecenderungan gaya belajar yang mereka.

Cara Kedua,

       adalah dengan memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan proses penyatuan bagian-bagian yang terpisah, misalnya menyatukan model rumah yang bagian-bagiannya terpisahkan. Ada tiga pilihan cara yang bisa dilakukan dalam menyatukan model rumah ini, pertama adalah melakukan praktek langsung dengan mencoba menyatukan bagian-bagian rumah ini setelah melihat potongan-potongan yang ada; kedua adalah dengan melihat gambar desain rumah secara keseluruhan, baru mulai menyatukan; dan ketiga adalah petunjuk tertulis langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun rumah tersebut dari awal hingga akhir.

      Pembelajar visual akan cenderung memulai dengan melihat gambar rumah secara utuh. Ia lebih cepat menyerap melalui gambar-gambar tersebut sebelum menyatukan bagian-bagian rumah secara keseluruhan. Pembelajar auditory cenderung membaca petunjuk tertulis mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun rumah, dan tidak terlalu mempedulikan gambar yang ada. Sedangkan pembelajar kinestetik akan langsung mempraktekkan dengan mencoba-coba menyatukan satu bagian dengan bagian yang lain tanpa terlebih dahulu melihat gambar ataupun membaca petunjuk tulisan. Dari pengamatan terhadap cara kerja siswa dalam menyelesaikan tugas ini, kita akan lebih memahami gaya mengajar siswa secara lebih mendetail.

Cara Ketiga,

      merupakan cara yang lebih komprehensif yaitu dengan melakukan survey atau tes gaya belajar. Namun demikian, alat survey ataupun tes ini biasanya mengikat pada satu konsultan atau psikolog tertentu sehingga jika kita ingin melakukan tes tersebut harus membayar dengan sejumlah biaya tertentu, yang terkadang dirasa cukup mahal. Namun demikian, karena menggunakan metodologi yang sudah cukup teruji, biasanya survey atau tes psikologi semacam ini mempunyai akurasi yang tinggi sehingga memudahkan bagi guru untuk segera mengetahui gaya belajar siswa.

      Nah, dari ketiga cara mengetahui gaya belajar siswa di atas tergantung kita untuk menggunakan cara yang mana. Cara pertama dan kedua membutuhkan usaha yang keras dari kita dalam memetakan dan mengklasifikasikan gaya mengajar siswa yang terdapat dalam satu kelas. Namun demikian, kedua cara ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Untuk lebih akurat, memang cara ketiga bisa diambil, namun konsekuensinya tentu saja perlu mengeluarkan biaya untuk survey ataupun tes gaya belajar.

Oleh : Akbar Zainudin
Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/20/memahami-gaya-belajar-siswa/

Kecerdasan Majemuk

      Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar di sekolah.

      Berbagi ilmu dari Profesor Gardner yang telah menemukan teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences, bahwa Baca tulisan ini lebih lanjut

Pentingnya Memahami Gaya Belajar Untuk Melejitkan Prestasi

      Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda dapat memahami dengan lebih baik di bawah bimbingan salah satu instruktur dibandingkan dengan instruktur lain  dalam subjek yang sama persis? Jawabannya adalah hal itu bisa terletak pada cara instruktur menyajikan informasi dan jenis gaya belajar yang melekat pada diri Anda. Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda dan bisa belajar dengan lebih baik melalui cara-cara yang berbeda.

      Memahami gaya  belajar yang Anda miliki  adalah cara terbaik untuk Baca tulisan ini lebih lanjut

Cara Belajar Anak Kinestetik

      Seorang anak yang termasuk pembelajar kinestetik kadang disalahartikan sebagai ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Anak-anak dengan tipe pembelajar kinestetik mudah stres ketika mereka hanya disuruh duduk diam, membaca dan mendengarkan di lingkungan kelas. Dan untuk meredakan stress yang mereka alami, mereka mungkin melakukan beberapa tindakan seperti Baca tulisan ini lebih lanjut

Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ?

      Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.